Banjarmasin – Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin menerima audiensi Ekonomi Kreatif (EKRAF) Kota Banjarmasin yang dilaksanakan di Aula Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin. Audiensi ini disambut langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, H. Slamet Begjo, A.TD., MT, didampingi Kepala Bidang Lalu Lintas, Febpry Ghara Utama.
Dalam sambutannya, Ketua EKRAF Kota Banjarmasin, Muhammad Rezza Hakiki, menyampaikan beberapa capaian dan harapan pengembangan ekonomi kreatif di Kota Banjarmasin. Ia menyampaikan bahwa Kota Banjarmasin telah menorehkan sejumlah prestasi dan berharap ke depan dapat masuk dalam penghargaan UNESCO sebagai Kota Kreatif.
Selain itu, EKRAF juga berharap agar ke depan dapat dibangun dan diresmikan lebih banyak shelter air serta memperluas kerja sama lintas sektor, termasuk dengan Dinas Perhubungan. EKRAF juga mengusulkan pemasangan fasilitas keselamatan (faskes) seperti rambu penunjuk arah menuju destinasi wisata guna memudahkan wisatawan.
EKRAF turut mengusulkan agar Pasar Harum Manis dapat ditetapkan sebagai kawasan Car Free Night, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai ruang penyelenggaraan event ekonomi kreatif yang diharapkan mampu meningkatkan omzet pelaku UMKM. Selain itu, terdapat pula permintaan dari komunitas distro terkait rencana penyelenggaraan event penjualan produk fashion di kawasan belakang Bank Indonesia.
Untuk menunjang optimalisasi tersebut, EKRAF menyampaikan perlunya mapping shelter air dan halte yang telah ada agar dapat menyesuaikan pemasangan media promosi dan iklan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, H. Slamet Begjo, A.TD., MT, menyampaikan bahwa Dinas Perhubungan pada prinsipnya siap mendukung pengembangan ekonomi kreatif, sejalan dengan arahan Wali Kota Banjarmasin agar pertumbuhan ekonomi kota terus meningkat.
“Dinas Perhubungan hanya sebagai pendukung, sementara pembinaan utama berada di Dinas Koperasi UMKM dan Disperdagin. Namun pada prinsipnya kami mendukung berbagai masukan dan saran dari EKRAF,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa beberapa fasilitas informasi jalan sudah terpasang dan apabila terdapat kebutuhan khusus yang belum sesuai, pihak EKRAF dapat mengajukan permohonan resmi agar dapat diupayakan lebih lanjut. Terkait penerapan Car Free Night, saat ini telah diterapkan di beberapa wilayah dalam tahap uji coba dan melibatkan beberapa OPD terkait, termasuk Satlantas dan Pemerintah Kota.
Kadishub juga menambahkan bahwa Pasar Sudimampir dinilai berpotensi menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Car Free Night dan event ekonomi kreatif. Dinas Perhubungan siap mendukung dari sisi manajemen dan rekayasa lalu lintas. Seluruh masukan dari EKRAF akan diagendakan dalam forum rapat terkait serta disampaikan kepada pimpinan.
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Banjarmasin, Febpry Ghara Utama, menambahkan bahwa terkait regulasi akan dikomunikasikan dengan pihak terkait agar dapat menjadi payung hukum serta meningkatkan daya tarik bagi pelaksana event lainnya.
Ia juga menyarankan agar pada event malam hari dapat memanfaatkan lampu sorot yang diarahkan ke kawasan sungai untuk menambah daya tarik visual. Selain itu, ia berharap EKRAF dapat bersikap kooperatif dengan Dishub guna mempermudah perencanaan pelaksanaan event.
“Kurangnya destinasi wisata menjadi salah satu faktor turunnya tingkat kunjungan wisata di Kota Banjarmasin, sehingga perlu kolaborasi lintas sektor untuk menghidupkan kembali ruang-ruang publik kota,” pungkasnya.