Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin

Berita

Sejarah Transportasi Air di Kota Banjarmasin, Warisan Budaya yang Terus Hidup

  • Maret 24, 2025
  • 0

 Sebagai kota yang dikenal dengan julukan “Kota Seribu Sungai,” Banjarmasin memiliki sejarah panjang dalam pemanfaatan transportasi air. Sejak zaman dahulu, sungai telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat,

Sejarah Transportasi Air di Kota Banjarmasin,  Warisan Budaya yang Terus Hidup

 Sebagai kota yang dikenal dengan julukan “Kota Seribu Sungai,” Banjarmasin memiliki sejarah panjang dalam pemanfaatan transportasi air. Sejak zaman dahulu, sungai telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat, baik sebagai jalur perdagangan, transportasi, maupun aktivitas sosial.

Sejarah transportasi air di Banjarmasin tidak terlepas dari keberadaan Sungai Barito dan Sungai Martapura, yang sejak masa Kerajaan Banjar telah menjadi urat nadi perekonomian. Masyarakat menggunakan berbagai jenis perahu tradisional, seperti jukung dan rakit, untuk berpindah tempat, mengangkut barang, serta berdagang di pasar terapung yang masih bertahan hingga kini, seperti Pasar Terapung Lok Baintan dan Pasar Terapung Kuin.

ukung, Perahu Khas Banjar yang Legendaris

Salah satu ikon transportasi air di Banjarmasin adalah jukung, perahu tradisional khas suku Banjar yang sudah digunakan sejak ratusan tahun lalu. Pembuatan jukung pertama kali berkembang di daerah Alalak, yang hingga kini masih dikenal sebagai pusat perajin perahu tradisional.

Jukung dibuat dari kayu ulin, yang terkenal kuat dan tahan lama. Keunikan jukung terletak pada proses pembuatannya yang tidak menggunakan paku, melainkan pasak kayu dan lem alami. Dengan desain yang ramping dan ringan, jukung mampu melaju dengan stabil di aliran sungai, baik untuk keperluan pribadi maupun perdagangan.

 

Modernisasi Transportasi Sungai

Seiring perkembangan zaman, transportasi sungai di Banjarmasin mulai beradaptasi dengan teknologi modern. Kelotok, perahu kayu bermesin, menjadi alat transportasi yang banyak digunakan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari. Selain itu, kehadiran speedboat dan kapal wisata turut mendorong sektor pariwisata yang menjadikan sungai sebagai daya tarik utama kota.

Pemerintah Kota Banjarmasin terus berupaya mengembangkan dan merevitalisasi transportasi air, dengan membangun dermaga, menghidupkan kembali rute transportasi sungai, serta menggalakkan wisata berbasis sungai. Langkah ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan identitas Banjarmasin sebagai kota yang tumbuh dan berkembang di tepian air, sembari tetap mendukung mobilitas masyarakat dengan lebih efisien dan ramah lingkungan.

Sebagai warisan budaya yang tak lekang oleh waktu, transportasi air di Banjarmasin bukan hanya sekadar sarana perpindahan, tetapi juga cerminan sejarah dan kearifan lokal yang terus dijaga hingga kini.

error: Dishub Kota Banjarmasin